Bimtek
BIMTEK ANALISIS JABATAN (ANJAB) DAN ANALISIS BEBAN KERJA (ABK) PERGURUAN TINGGI TAHUN 2027
BIMTEK ANALISIS JABATAN (ANJAB) DAN ANALISIS BEBAN KERJA (ABK) PERGURUAN TINGGI TAHUN 2027
Deskripsi
Bimtek Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) Perguruan Tinggi Tahun 2027 merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi pengelola sumber daya manusia dalam melakukan pemetaan jabatan, tugas, tanggung jawab, kompetensi, serta kebutuhan pegawai di lingkungan perguruan tinggi.
Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola sumber daya manusia yang efektif. Melalui Anjab, perguruan tinggi dapat memperoleh gambaran mengenai identitas jabatan, uraian tugas, hasil kerja, tanggung jawab, wewenang, kompetensi, serta persyaratan jabatan. Sementara itu, ABK membantu menghitung kebutuhan sumber daya manusia berdasarkan volume pekerjaan, norma waktu, waktu kerja efektif, dan karakteristik pekerjaan pada masing-masing unit.
Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari tahapan pengumpulan data jabatan, penyusunan uraian dan spesifikasi jabatan, identifikasi beban kerja, penghitungan kebutuhan pegawai, hingga penyusunan dokumen Anjab dan ABK. Materi diberikan secara konseptual sekaligus praktis melalui contoh dokumen, studi kasus, latihan perhitungan, dan simulasi.
Kegiatan ini relevan bagi perguruan tinggi yang sedang melakukan penataan organisasi, pengembangan struktur kerja, redistribusi tugas, perencanaan kebutuhan SDM, peningkatan produktivitas, maupun evaluasi efektivitas setiap unit kerja.
TUJUAN BIMTEK ANALISIS JABATAN (ANJAB) DAN ANALISIS BEBAN KERJA (ABK) PERGURUAN TINGGI TAHUN 2027
- Memahami konsep dan prinsip Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja.
- Mengidentifikasi tugas dan fungsi setiap jabatan di perguruan tinggi.
- Menyusun uraian jabatan secara sistematis.
- Menentukan persyaratan dan kompetensi jabatan.
- Mengidentifikasi volume dan beban pekerjaan.
- Menghitung kebutuhan pegawai berdasarkan beban kerja.
- Melakukan pemetaan jabatan dan kebutuhan SDM antarunit.
- Menyusun dokumen Anjab dan ABK yang dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan SDM.
MATERI BIMTEK ANALISIS JABATAN (ANJAB) DAN ANALISIS BEBAN KERJA (ABK) PERGURUAN TINGGI TAHUN 2027
- Konsep Dasar Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK)
- Tujuan dan Manfaat Anjab dan ABK bagi Perguruan Tinggi
- Identifikasi Jabatan, Tugas, Fungsi, dan Tanggung Jawab
- Teknik Pengumpulan dan Validasi Data Jabatan
- Penyusunan Uraian Jabatan dan Spesifikasi Jabatan
- Identifikasi Volume, Norma Waktu, dan Beban Kerja
- Metode Penghitungan Kebutuhan Pegawai
- Pemetaan Jabatan dan Distribusi SDM Antarunit
- Evaluasi Hasil Anjab dan ABK untuk Penataan Organisasi
- Studi Kasus dan Simulasi Penyusunan Dokumen Anjab dan ABK

BIMTEK ANALISIS JABATAN (ANJAB) DAN ANALISIS BEBAN KERJA (ABK) PERGURUAN TINGGI TAHUN 2027
Masalah – Dampak – Solusi – Manfaat – Simulasi
Masalah: Perguruan tinggi dapat menghadapi ketidakseimbangan distribusi SDM, uraian tugas yang belum jelas, pekerjaan yang tumpang tindih, serta kesulitan menentukan kebutuhan pegawai setiap unit.
Dampak: Kondisi tersebut dapat menyebabkan sebagian unit mengalami beban pekerjaan tinggi sementara unit lainnya memiliki kapasitas yang belum optimal. Pembagian tugas dan perencanaan kebutuhan SDM juga menjadi kurang terukur.
Solusi: Bimtek memberikan metode praktis untuk memetakan jabatan, mengidentifikasi tugas, menghitung beban kerja, menentukan kebutuhan pegawai, dan menyusun dokumen Anjab serta ABK berdasarkan kondisi masing-masing unit kerja.
Manfaat: Peserta dapat meningkatkan kemampuan dalam melakukan penataan jabatan, redistribusi pekerjaan, perencanaan kebutuhan SDM, penyusunan uraian tugas, serta pengembangan organisasi perguruan tinggi secara lebih terstruktur.
Simulasi: Peserta melakukan praktik identifikasi jabatan, penyusunan uraian tugas, penghitungan volume pekerjaan, norma waktu, waktu kerja efektif, kebutuhan pegawai, serta penyusunan matriks Anjab dan ABK berdasarkan studi kasus perguruan tinggi.
Peserta
Bimtek dapat diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi, bagian kepegawaian/SDM, biro administrasi umum, unit perencanaan, kepala bagian, kepala subbagian, pengelola organisasi dan tata laksana, tenaga kependidikan, pengelola administrasi fakultas/program studi, unit penjaminan mutu, serta pejabat dan staf yang menangani perencanaan kebutuhan SDM.
Sertifikat, Narasumber & Pelaksanaan
Sertifikat Resmi: Peserta memperoleh sertifikat setelah menyelesaikan kegiatan.
Narasumber Profesional: Materi disampaikan oleh narasumber berpengalaman di bidang manajemen SDM, analisis jabatan, analisis beban kerja, organisasi dan tata kelola perguruan tinggi.
Pelaksanaan: Tersedia secara Online maupun Offline/Tatap Muka.
Jadwal Pelaksanaan 2027
Bimtek Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) Perguruan Tinggi tersedia setiap bulan sepanjang tahun 2027:
Januari • Februari • Maret • April • Mei • Juni • Juli • Agustus • September • Oktober • November • Desember 2027
Jadwal dan tanggal pelaksanaan dapat dikoordinasikan sesuai kebutuhan instansi/perguruan tinggi.
FAQ
1. Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini?
Bagian SDM, kepegawaian, organisasi dan tata laksana, perencanaan, pimpinan unit, serta tenaga kependidikan perguruan tinggi.
2. Apakah peserta mendapatkan praktik penyusunan Anjab dan ABK?
Ya. Kegiatan dilengkapi latihan, studi kasus, dan simulasi penyusunan dokumen.
3. Apakah materi dapat disesuaikan dengan kondisi perguruan tinggi?
Ya, studi kasus dapat disesuaikan dengan struktur organisasi dan kebutuhan unit kerja peserta.
4. Apakah tersedia pelaksanaan online?
Ya, pelatihan dapat dilaksanakan secara online maupun offline.
5. Apakah tersedia jadwal sepanjang tahun 2027?
Ya, kegiatan tersedia setiap bulan sepanjang tahun 2027 dengan jadwal yang dapat dikoordinasikan.
Informasi Pendaftaran
Panitia Trans Edukasi Nasional
Ikhsan: 08139554312
Website Resmi: www.bimtekexpert.com
Segera koordinasikan kebutuhan Bimtek Anjab dan ABK Perguruan Tinggi untuk membantu penataan jabatan, pengukuran beban kerja, dan perencanaan kebutuhan SDM yang lebih terstruktur.
